Total Pageviews

Wednesday, June 14, 2017

sudah ya

sudahlah ya, aku tak lagi ingat bagaimana usahaku
melupakanmu, pun mengingatmu
ketika kopi dan puisi tak lagi mampu mengusir wajahmu
bahkan mimpiku pun tak mampu mengasingkanmu

kalau rindu punya sayap, tentu sudah gaduh hatiku
oleh kepak sayapnya
:lalu aku memilih menerima semuanya
dan kau,
melangkahlah terus sampai kau lupa
kita pernah sama-sama pergi dari luka

tahukah kau?
aku mulai belajar anatomi, mengenal kembali
sosokmu, wajahmu, keningmu, matamu, bibirmu
sebab aku tetap ingin tahu jawabannya
:mengapa rinduku tak punya waktu
untuk tak mengingatmu

menyapamu mungkin bukan hal yang romantis
tetapi pada bagian itu aku selalu ingin menetap
dan berlama-lama berbicara denganmu
sungguh kau terlihat lebih manis ketika itu

aku memilih (lagi-lagi) menulis puisi
agar malam tak terasa makin sepi