gerombolan kuning sudah ditumpas
tapi pertempuran belum usai
tiga pahlawan satukan tekad
di kebun persik mengangkat saudara
angkat sumpah demi keluarga dan negeri
secangkir arak tanda setia sampai mati
berkelana bersama tiga saudara
lima ratus petani jadi pengikut setia
Liu Bei bijaksana dan garang golok Guan yu
Zhang Fei perkasa ditakuti di seantero negeri
pasang surut pertempuran dijalani
bebaskan rakyat dari tirani
"walau tidak lahir pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama,
kami berharap dapat mati bersama"
Friday, January 16, 2009
Thursday, January 15, 2009
kata manager HRD
katanya,
"luar biasa"
kalau saya,
"biasa di luar"
katanya,
"aku eksis"
aku bilang,
"sudah dari dulu"
"luar biasa"
kalau saya,
"biasa di luar"
katanya,
"aku eksis"
aku bilang,
"sudah dari dulu"
Wednesday, January 14, 2009
mantra dendam
dendam-dendam koyaklah
hantam segala duka
hancurkan cerita cinta
o, nestapa yang sunyi
siksa dunia durjana
hisaplah jiwa, kedalam
lorong-lorong gelap penuh muslihat
jeratlah segala rindu
cekik ia dalam sunyi
usir segala bahagia
cabik-cabik semua tawa
ludahi kata-kata
khianat adalah kado
yang kau kalungkan dileherku
aku tak perlu cinta
hanya butuh bercinta
hantam segala duka
hancurkan cerita cinta
o, nestapa yang sunyi
siksa dunia durjana
hisaplah jiwa, kedalam
lorong-lorong gelap penuh muslihat
jeratlah segala rindu
cekik ia dalam sunyi
usir segala bahagia
cabik-cabik semua tawa
ludahi kata-kata
khianat adalah kado
yang kau kalungkan dileherku
aku tak perlu cinta
hanya butuh bercinta
main hujan
waktu lagi main
hujan turun
turun lagi hujan
waktu main
waktu hujan
lagi turun main
turun lagi yuk!
main hujan
hujan turun
turun lagi hujan
waktu main
waktu hujan
lagi turun main
turun lagi yuk!
main hujan
Monday, January 12, 2009
kesumat
dendam pekat
mencabik-cabik harap
jiwa sekarat
megap-megap
seperti kusta menjijik
wajah tanpa muka
menutup malu
aurat tanpa malu
kesumat muntah ruah
tubuh muak tak terkira
dada penuh luka
rahim ibu air mata
mencabik-cabik harap
jiwa sekarat
megap-megap
seperti kusta menjijik
wajah tanpa muka
menutup malu
aurat tanpa malu
kesumat muntah ruah
tubuh muak tak terkira
dada penuh luka
rahim ibu air mata
nanar
purnama
di atas kota
langit terang di bawahnya
anak-anak malam
berurai airmata
purnama basah luka
esok entah kemana
di atas kota
langit terang di bawahnya
anak-anak malam
berurai airmata
purnama basah luka
esok entah kemana
Subscribe to:
Posts (Atom)