aku ingin selalu mendekapmu rapat
sayangku mendarahdaging
aku ingin selalu menciummu hangat
rinduku teramat tajam
aku ingin selamanya
Tuhan, bolehkah?
Wednesday, June 18, 2014
Thursday, June 12, 2014
Wednesday, May 14, 2014
malam ini
malam ini aku akan tidur di dadamu
mendekap sisa-sisa sakitmu
agar mimpimu riang kembali
seperti tawamu siang tadi
malam ini aku akan tidur di dadamu
menemani gigilmu sampai pagi
mendekap sisa-sisa sakitmu
agar mimpimu riang kembali
seperti tawamu siang tadi
malam ini aku akan tidur di dadamu
menemani gigilmu sampai pagi
Monday, May 5, 2014
N
aku mencarimu pada malam buta
di kemacetan jalanan ibukota malam itu
dalam hingar bingar bar dan cafe-cafe yang bising
aku mencarimu dari satu keresahan ke resah lainnya
dalam gelas-gelas bir yang terlalu cepat kosong
pada sisa malam itu
aku mencarimu dan mencari
terus mencari tak pernah berhenti
mencari,
kau yang ada di hatiku
kau yang mungkin tak pernah mencariku
mungkin juga tak pernah tahu
malam yang hingar bingar itu
bar dan cafe-cafe yang bising itu
gelas-gelas bir yang kosong itu
jadi malam sunyi bagiku
diantara alunan lagu Dream Theatre:
"move on, be brave
don't weep at my grave, because i'm no longer here
but please never let your memories of me disappear"
sunyiku sempurna
dan kau masih di hatiku
Thursday, April 24, 2014
Monday, April 14, 2014
karena kau begitu indah
aku rindu padamu
diantara pengap basement
dan asap rokok yang meninggalkan
puntung-puntung yang terserak di lantai itu
dan aku menduga-duga apa isi hatimu
aku rindu padamu
ditengah terik matahari siang
dan tawamu mengembang diantara
canda dan pot-pot kembang yang terssusun rapi
disepanjang tembok yang warnanya mulai pudar
dan selalu kunikmati rambutmu yang terurai
sambil aku tersesat dalam rona pipimu yang jingga
aku rindu padamu
bertualang dalam mimpi-mimpi masa depan,
obrolan suka-suka tak berujung dan entah mulai dari mana
lagi-lagi ku tersesat di kerling matamu
matahari tak terbit karenamu
dan malam menghitung detak jantungku
aku rindu padamu
diantara pengap basement
dan asap rokok yang meninggalkan
puntung-puntung yang terserak di lantai itu
dan aku menduga-duga apa isi hatimu
aku rindu padamu
ditengah terik matahari siang
dan tawamu mengembang diantara
canda dan pot-pot kembang yang terssusun rapi
disepanjang tembok yang warnanya mulai pudar
dan selalu kunikmati rambutmu yang terurai
sambil aku tersesat dalam rona pipimu yang jingga
aku rindu padamu
bertualang dalam mimpi-mimpi masa depan,
obrolan suka-suka tak berujung dan entah mulai dari mana
lagi-lagi ku tersesat di kerling matamu
matahari tak terbit karenamu
dan malam menghitung detak jantungku
aku rindu padamu
Tuesday, April 1, 2014
karena Remy Sylado
cinta, rasa paling absurd barangkali
hanya ketulusan yang membebaskan
ada duka jahanam pada kehendak
benci bersemayam dalam luka
hanya ketulusan yang membebaskan
ada duka jahanam pada kehendak
benci bersemayam dalam luka
Subscribe to:
Posts (Atom)