hujan ini,
seperti dendam
deras menikam
Monday, November 26, 2012
Tuesday, October 16, 2012
sebuah pernyataan
pahit dan getir
bersekutu membunuhku
tersudut aku
nalar dan hati menyekam api
yang dikalahkan keadaan
bukanlah yang kalah
ada suatu masa,
dimana keadaan yang menghimpit
harus dijungkirbalikkan
dengan tanganmu sendiri
bersekutu membunuhku
tersudut aku
nalar dan hati menyekam api
yang dikalahkan keadaan
bukanlah yang kalah
ada suatu masa,
dimana keadaan yang menghimpit
harus dijungkirbalikkan
dengan tanganmu sendiri
Thursday, September 27, 2012
aku akan terus berkata TIDAK"
aku akan terus berkata tidak
meski kau paksa aku untuk tunduk
di bawah panji-panji penjilatmu itu,
jilatlah apa yang bisa kau jilat dan
jerat saja leherku,
karena aku tak akan menunduk di depanmu
tikamkan saja pisau muslihatmu kedadaku
dan binatang jalang di jiwaku akan merobek-robek
mukamu yang tebal itu dan dengan darahmu
kusucikan jejakku sampai
lidahmu yang kau pakai menjilat itu tak lagi besuara
dan kata TIDAK akan terus menggema diliang kuburmu yang busuk
meski kau paksa aku untuk tunduk
di bawah panji-panji penjilatmu itu,
jilatlah apa yang bisa kau jilat dan
jerat saja leherku,
karena aku tak akan menunduk di depanmu
tikamkan saja pisau muslihatmu kedadaku
dan binatang jalang di jiwaku akan merobek-robek
mukamu yang tebal itu dan dengan darahmu
kusucikan jejakku sampai
lidahmu yang kau pakai menjilat itu tak lagi besuara
dan kata TIDAK akan terus menggema diliang kuburmu yang busuk
Wednesday, August 15, 2012
busuk
pemerintahnya diam saja
lihat rakyatnya dianiaya
hak asasi kita punya
tapi agama harus sama
pemerintah diam saja
sibuk menimbang-nimbang suara
hak asasi kita punya (tapi)
pintu gereja tetap tak bisa dibuka
dipagarnya ada gembok pemda
pemerintah sekali lagi diam
ceramah isu SARA di pilkada oleh si jurkam
dianggap biasa dan awam
saya bukan simpatisan hanya saja gak bisa diam
lihat jurus airmata buaya si jurkam
bhineka tunggal ika itu apa?
pemerintah diam saja
lihat rakyatnya dianiaya
hak asasi kita punya
tapi agama harus sama
pemerintah diam saja
sibuk menimbang-nimbang suara
hak asasi kita punya (tapi)
pintu gereja tetap tak bisa dibuka
dipagarnya ada gembok pemda
pemerintah sekali lagi diam
ceramah isu SARA di pilkada oleh si jurkam
dianggap biasa dan awam
saya bukan simpatisan hanya saja gak bisa diam
lihat jurus airmata buaya si jurkam
bhineka tunggal ika itu apa?
pemerintah diam saja
percayalah ini hanya soal uang
indahnya merdeka
tak pernah dalam realita
demokrasi jadi bulan-bulanan
justru di negerinya sendiri
ceramah sana-sini seolah cucu nabi
tebar dengki dan benci kemana-mana
semua ini hanya tentang uang belaka, percayalah
tapi semua bebas-bebas saja
demi kantong-kantong pribadi
si tuan yang sangat-sangat serakah
sungguh ini jenis manusia yang jahat
sekali lagi demi uang dan hanya untuk uang
korbankan semua orang
menghasut dan merusak bangsanya sendiri
jadi mata pencaharian para durjana bermuka suci
kejahatan tak terperi, gantung sampai mati!
Merdekalah bung!
jangan cuma jadi kerbau tercucuk hidung
tak pernah dalam realita
demokrasi jadi bulan-bulanan
justru di negerinya sendiri
ceramah sana-sini seolah cucu nabi
tebar dengki dan benci kemana-mana
semua ini hanya tentang uang belaka, percayalah
tapi semua bebas-bebas saja
demi kantong-kantong pribadi
si tuan yang sangat-sangat serakah
sungguh ini jenis manusia yang jahat
sekali lagi demi uang dan hanya untuk uang
korbankan semua orang
menghasut dan merusak bangsanya sendiri
jadi mata pencaharian para durjana bermuka suci
kejahatan tak terperi, gantung sampai mati!
Merdekalah bung!
jangan cuma jadi kerbau tercucuk hidung
Tuhan tak pernah memaksa
Tuhan tidak pernah memaksa
Dia sediakan dua saja rumahNya
surga atau neraka
itu pilihan kita
Monday, June 11, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)