stasiun kecil
kota kecil
tawa dan air mata
datang dan pergi
ada rindu berbunga
ada yang baru tertanam
waktu juga kawan setia
diantara datang dan pergi
tawa dan air mata
bunga-bunga yang biru
rindu kecil
stasiun kecil
kota kecil
seperti kenangan
masa kecil
Wednesday, April 24, 2013
Tuesday, April 9, 2013
hidup adalah keberanian
hidup adalah tentang keberanian
kita tak mungkin memilih dan memilah
tapi kita bisa jadi serupa karang
menancapkan kaki pada bumi
berdiri tegar
jadi takdir bagi gelombang
yang datang
karanglah yang dihantam ombak
karenanya ombak dicipta
kita tak mungkin memilih dan memilah
tapi kita bisa jadi serupa karang
menancapkan kaki pada bumi
berdiri tegar
jadi takdir bagi gelombang
yang datang
karanglah yang dihantam ombak
karenanya ombak dicipta
Thursday, March 7, 2013
Wednesday, February 6, 2013
mengapa?
kalau ada pejabat lewat
pengawal di depan bising nyalakan sirine
entah dia mau kemana, pokoknya yang lain minggir
lalu apa konsekuensinya?
apakah hasil kerjanya kita nikmati
kalau ya, mengapa kita memaki?
kalau ada tukang sampah menyeberang
kadang malah harus menunggu diberi jalan
padahal beban berat dan busuk dipikulan pundak
itulah konsekuensi tukang sampah
apakah hasil kerjanya kita nikmati? YA!
mengapa kita tak sekedar memberi jalan?
O, mungkin karena tukang sampah tidak pakai pengawal
pengawal di depan bising nyalakan sirine
entah dia mau kemana, pokoknya yang lain minggir
lalu apa konsekuensinya?
apakah hasil kerjanya kita nikmati
kalau ya, mengapa kita memaki?
kalau ada tukang sampah menyeberang
kadang malah harus menunggu diberi jalan
padahal beban berat dan busuk dipikulan pundak
itulah konsekuensi tukang sampah
apakah hasil kerjanya kita nikmati? YA!
mengapa kita tak sekedar memberi jalan?
O, mungkin karena tukang sampah tidak pakai pengawal
Tuesday, January 8, 2013
kau dan gunung batu
langkah demi langkah
pendakian demi pendakian
luka demi luka dan
kenangan pahit
mengakar dan lindap
tumbuh jadi gunung batu
yang kini coba kau sangkal
setelah sekian kali terjungkal
perjumpaan demi perjumpaan
petualangan demi petualangan
hingga sampai pada satu senyuman
menghantammu bagai silau terik siang
dan kau buta, berjalan membabi buta
tak tentu arah tujuan, kau mabuk cahaya
seperti laron pada lampu neon
langkah semakin berat sekaligus riang
sesekali kau tengok ke belakang
gunung batu itu menjulang
belum dapat kau taklukan
(*catatan untuk seorang kawan: "semoga kau menang!")
pendakian demi pendakian
luka demi luka dan
kenangan pahit
mengakar dan lindap
tumbuh jadi gunung batu
yang kini coba kau sangkal
setelah sekian kali terjungkal
perjumpaan demi perjumpaan
petualangan demi petualangan
hingga sampai pada satu senyuman
menghantammu bagai silau terik siang
dan kau buta, berjalan membabi buta
tak tentu arah tujuan, kau mabuk cahaya
seperti laron pada lampu neon
langkah semakin berat sekaligus riang
sesekali kau tengok ke belakang
gunung batu itu menjulang
belum dapat kau taklukan
(*catatan untuk seorang kawan: "semoga kau menang!")
Thursday, January 3, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)