Total Pageviews

Tuesday, June 9, 2020

dalam tidur kita

bunga-bunga mimpi 
bermekaran
lalu satu
satu
berguguran
pada nyala mata malam
yang tak pernah 
tidur

Wednesday, December 4, 2019

merawat ingatan

apa arti menjadi sebuah bangsa
jika negara dan penguasanya
mengabaikan hak asasi rakyatnya

ma

apa yang tersisa untukmu ma,
telah kau berikan semua
yang kau punya
untuk kami
anak cucumu

Wednesday, October 30, 2019

aku menginginkan badai

gerimis disuatu sore saat kemarau panjang itu, aku mengira itu dirimu
ternyata bukan,
kau hanyalah seonggok mendung yang sedang menikmati angin pembawa api
:yang membakar hangus padang-padang savana

sayang, aku bukan savana
aku juga tak butuh gerimis
aku ingin bermain-main dengan badai


untuk anakku Karna

tawamu adalah obat, dari penat dan hari yang laknat
tangismu adalah semangat, untuk menggapai semua angan yang tak pernah kudapat
berlarilah, berlari dan jatuh hingga berdarah, tak kuhirau bukan karena tak sayang
tapi kuingin kau menjadi kuat, kuat seperti gunung-gunung yang kelak akan kau daki bersamaku
berteriaklah sekuat-kuatnya, karena dunia butuh lengking suaramu yang cadas
bernyanyilah dengan bebas, sebebas angin di lembah mandalawangi
sejak jiwamu ada di rahim ibunda, kasihnya menyelimutimu selalu, sebarkanlah
seperti kawanan kabut yang selalu meneduhi danau hidup di argopuro yang tenang dan damai
dan sejak kau terlahir bebas dari rahim itu, kau adalah manusia bebas,
maka perjuangkanlah selalu kebebasanmu dan kebebasan kaummu, jangan pernah tunduk!
sebab lebih baik bermusuh seribu daripada bermusuh dirimu sendiri

:doaku besertamu


Thursday, August 29, 2019

duka

aku sudah berduka
sedalam-dalamnya
seluka-lukanya
lalu aku berpikir,
ia akan pergi
tapi aku masih melihatnya
mengintip dari balik derai tawa

Thursday, November 29, 2018

kematian

aku sering memikirkanmu
kapan datang, bilakah?


jika datang, ketuklah
entah pagi atau siang
mungkin sore atau malam
lalu kekasihku, anakku?
semua yang tinggal di hatiku
akan bagaimana, baik-baik sajakah kelak?


bila kau datang, darimanakah?
dari gunung-gunung permai itu,
atau dari balik tempat tidur rumah sakit?
mungkin juga kau sempatkan mampir
pulang dari sekedar jalan-jalan sore
ketuklah


jika kau datang
tak terpikir semua dosa dan nista
mungkin karena aku percaya
Tuhan berbelas kasih
Ia pengampun yang maha
semoga