Total Pageviews

Wednesday, October 30, 2019

aku menginginkan badai

gerimis disuatu sore saat kemarau panjang itu, aku mengira itu dirimu
ternyata bukan,
kau hanyalah seonggok mendung yang sedang menikmati angin pembawa api
:yang membakar hangus padang-padang savana

sayang, aku bukan savana
aku juga tak butuh gerimis
aku ingin bermain-main dengan badai


untuk anakku Karna

tawamu adalah obat, dari penat dan hari yang laknat
tangismu adalah semangat, untuk menggapai semua angan yang tak pernah kudapat
berlarilah, berlari dan jatuh hingga berdarah, tak kuhirau bukan karena tak sayang
tapi kuingin kau menjadi kuat, kuat seperti gunung-gunung yang kelak akan kau daki bersamaku
berteriaklah sekuat-kuatnya, karena dunia butuh lengking suaramu yang cadas
bernyanyilah dengan bebas, sebebas angin di lembah mandalawangi
sejak jiwamu ada di rahim ibunda, kasihnya menyelimutimu selalu, sebarkanlah
seperti kawanan kabut yang selalu meneduhi danau hidup di argopuro yang tenang dan damai
dan sejak kau terlahir bebas dari rahim itu, kau adalah manusia bebas,
maka perjuangkanlah selalu kebebasanmu dan kebebasan kaummu, jangan pernah tunduk!
sebab lebih baik bermusuh seribu daripada bermusuh dirimu sendiri

:doaku besertamu